KECAMATAN ATU LINTANG

22.12 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Atu Lintang adalah sebuah Kecamatan di 
Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia.


Gambar Peta Kec. Atu Lintang


Atu Lintang, Aceh Tengah


Kecamatan Atu Lintang
Propinsi
Aceh
Nama Kabupaten/Kota
Nama Kecamatan
Atu Lintang
Kode Wilayah Kecamatan
11.04.18
Camat
-Ir. M. Aris, Elman Daudi,SE
Luas
- 82.53 km²
Jumlah penduduk
-6.596 (2007)-6.986 (2008)
- Kepadatan
- jiwa/km²
Desa/kelurahan

  • Kampung MERAH MEGE
  • Kampung MERAH PUPUK
  • Kampung MERAH MUYANG
  • Kampung GAYO MURNI
  • Kampung KEPALA AKAL
  • Kampung TANOH ABU
  • Kampung BINTANG KEKELIP
  • Kampung ATU LINTANG
  • Kampung MERAH JERNANG


»»  Readmore... Label:

TAKENGON ACEH TENGAH

03.41 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (1)
TAKENGON KAB. ACEH TENGAH
Takengon Kabupaten Aceh Tengah adalah sebuah kabupaten yang terletak di tengah-tengah Provinsi Aceh dengan wilayah yang didominasi pegunungan. Penduduknya sebagian besar berasal dari suku Gayo. Kabupaten ini terkenal dengan Danau Laut Tawar, sebagai salah satu tempat wisata.

Secara geografis, Kabupaten ini terletak pada posisi 40 10’’ - 40 58’’ Lintang Utara dan 960 18’’–960 22’’ Bujur Timur dengan batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara dengan Kabupaten Bener Meriah
2. Sebelah Selatan dengan Kabupaten Gayo Lues
3. Sebelah Timur dengan Kabupaten Aceh Timur
4. Sebelah Barat dengan Kabupaten Nagan Raya dan Pidie
Kabupaten Aceh Tengah mempunyai luas wiayah 4.318,39 km2, yang terdiri dari 14 Kecamatan, 2 Kelurahan, 266 Desa dengan Takengon sebagai ibukotanya.

Adapun mata pencaharian masyarakat Aceh Tengah adalah dalam bidang pertanian, kopi
menjadi komoniti terbesar, dari 51.854,7 hektar lahan pertanian di sana 47.854,7 hektar di gunakan untuk lahan kopi sedangkan petani yang terdata 32.694 orang. Produksi petani di Aceh Tengah menghasilkan 10.090 hektar/tahun (tahun 2006).
NomorNama Kecamatan
1Kecamatan Linge
2Kecamatan Bintang
3Kecamatan Kebayakan
4Kecamatan Lut Tawar
5Kecamatan Pegasing
6Kecamatan Bebesen
7Kecamatan Kute Panang
8Kecamatan Silih Nara
9Kecamatan Ketol
10Kecamatan Celala
11Kecamatan Jagong Jeget
12Kecamatan Atu Lintang
13Kecamatan Bies
14Kecamatan Rusip Antara


PROFIL KABUPATEN ACEH TENGAH
Nama_Kabupaten   Aceh Tengah
Provinsi   Aceh
Ibukota   Takengon                                               
Kode Wilayah   11.04
Luas   ± 4.318,39      km2
Tinggi rata-rata   200 - 2.600 m
Dasar_hukum   UU No. 10 Tahun 1948
Tanggal-Hari jadi   14 April 1948
Koordinat   4O 10” - 4O 58” LU / 96O 18” – 96O 22” BT
Jumlah_Penduduk  170.766
Kecamatan   14
Kampung 268
Kode_area_telepon 0643
Suku Gayo
Bahasa Gayo Indonesia
Agama  Islam


SARANA TRANPORTASI :
Bandara    --  
Pelabuhan   --  


SARANA WISATA :
NomorN a m a
01Danau Lut Tawar
02Goa Putri Pukes
03Pacuan Kuda
04Pantan Terong
05Loyang Koro
06Pantai Menye
 
»»  Readmore... Label:

AIR TERJUN MENGAYA

05.20 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Air Terjun Mengaya Kabupaten Aceh Tengah

Wisata Air Terjun Mengaya ini sangat strategis Terletak di Desa Mengaya, Kec. Bintang. Kabupaten Aceh tengah berdekatan dengan obyek wisata Danau Lut Tawar. Melalui jalan setapak yang sudah beraspal, pengunjung bisa menikmati panorama hutan yang asri dan udara yang sejuk di sepanjang jalan menuju lokasi air terjun ini Tempat wisata ini aban hari selalu ada saja pengunjung yang datang. Lonjakan pengunjung terjadi biasanya saat hari libur dan hari-hari besar agama seperti lebaran hari lebaran.


Untuk mencapai lokasi air tejun ini sangat mudah karena segala jenis kenderaan dapat mencapai lokasi. Disepanjang jalan 1,5 kilometer menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi panorama persawahan, hutan pinus, perkebunan kopi dan hutan tropis yang masih lumayan alami.

Dan setiba dilokasi, suasana sejuk yang menyegarkan akan langsung terasa, musik alam yang berasal dari hembusan angin menimpa dedaunan, suara gemericik air dan suara serangga hutan langsung terdengar bagai menyambut pengunjung ramah pengunjung yang datang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan yang paling ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun dari luar Aceh Tengah seperti kawasan Pantai Menye Bintang, Ujung Paking, Loyang Peteri Pukes, Loyang Koro dan lokasi wisata Tensaran (air terjun) Mengaya Kecamatan Bintang.


»»  Readmore... Label:

Free Download Peraturan dan perundang-undangan

00.58 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN KABUPATEN ACEH TENGAH
  1. Peraturan Daerah No. 22 Tahun 2001


PEMBENTUKAN KECAMATAN
  1. PP 29_1981 Pembentukan Kecamatan Pegasing
»»  Readmore... Label:

SINGAH MATA

05.21 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Singah Mata Kabupaten Aceh Tengah
»»  Readmore... Label:

Rumah Adat Asli Peninggalan Sejarah Gayo

19.45 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (1)
Umah Edet Pitu Ruang 

Rumah Adat Tujuh Ruang (Umah Edet Pitu Ruang) bahasa Gayo,  adalah peninggalan raje  Baluntara yang nama aslinya Jalaluddin sudah berdiri sejak pra-kemerdekaan. Rumah adat itu adalah bukti sejarah orang Gayo yang masih ada, tapi sayang tampaknya tidak ada yang peduli dengan peninggalan sejarah tersebut.

Rumah tua Umah Edet Pitu Ruang (Rumah Adat Tujuh Ruang) bukti sejarah orang Gayo tersebut letaknya di sebuah kampung pinggiran Danau Lut Tawar  tepatnya di Kampung Toweren, Kecamatan Laut Tawar Aceh Tengah siapa saja boleh melihatnya, tetapi rumah tesebut warnanya mulai pudar bahkan nyaris hilang dimakan waktu seakan akan tidak ada yang perduli, padahal rumah itu adalah bukti sejarah yang masih ada di Dataran Tinggi Gayo yang benar-benar asli peninggalan tidak seperti rumah adat di Linge dan Mess Pitu Ruang di Kampung Kemili Takengon yang hanya copyan dari bentuk aslinya.

Beberapa bagian lantai rumah adat tersebut sudah mulai lapuk. Begitu juga dengan 27 tiang penyangga dari kayu pilihan dan diukir dengan pahatan kerawang Gayo sudah mulai bergeser dan tidak lagi tegak lurus. Beberapa batu gunung dipakai sebagai alas tiang utama agar posisi rumah tetap stabil.

Beberapa warga (Petua Kampung) Toeren tersebut mengatakan saat kami wawancarai, Rumah adat Umah Pitu Ruang Toweren memang dibuat dari kayu pilihan. Diameter tiang penyangganya pun seukuran dekapan dewasa. Tidak diketahui tahun berapa rumah itu dibangun, tetapi menurut cerita, bangunannya sudah berdiri sebelum kolonial Belanda masuk ke Dataran Tinggi Gayo.

Umah Edet Pitu Ruang Gayo tersebut tidak mengunakan paku, tetapi dipasak dengan kayu  dan  bermacam-macam ukiran di setiap kayu. Ukiran tersebut bentuk nya berbeda-beda, ada yang berbentuk hewan dan ada yang berbetuk seni kerawang Gayo yang di pahat khusus.

Walaupun tidak mengunakan paku tapi kekuatan rumah adat pitu ruang tersebut sangatlah kuat apalagi bahan kayu yang sangat bermutu pada zaman duhulu, tetapi bagaimana pun kuatnya tanpa adanya perawatan bangunan tersebut akan roboh dengan sendirinya di makan zaman.

Luas Umah Edet Pitu Ruang itu, panjangnya 9 meter dengan lebar 12 meter. Berbentuk rumah panggung dengan lima anak tangga, menghadap utara. Sementara di dalamnya terdapat empat buah kamar. Selain empat kamar, ada dua lepo atau ruang bebas di arah timur dan barat.

Semua sambungan memakai ciri khas tersendiri menggunakan pasak kayu. Hampir semua bagian sisi dipakai ukiran kerawang yang dipahat, dengan berbagai motif, seperti puter tali dan sebagainya. Di tengah ukiran kerawang terdapat ukiran berbentuk ayam dan ikan yang melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan. Sementara ukiran naga merupakan lambang kekuatan, kekuasaan dan kharisma. Peninggalan Raja Baluntara, bukan hanya bangunan tua yang bertengger usang di Kampung Toweren Uken, tetapi aset bersejarah lain masih tersimpan rapi oleh pihak keluarga seperti Bawar. 

Bawar adalah sebuah tanda kerajaan yang diberikan oleh Sultan Aceh kepada Raja Baluntara.
Selain Bawar yang masih disimpan oleh keluarga keturunan raja itu, ada piring, pedang, cerka dan sejumlah barang peninggalan yang sangat bersejarah. Di belakang rumah adat tersebut dahulunya ada rumah dapur di bagian Selatan yang ukurannya sama dengan ruang utama yang berukuran 9 x 12. Ruangan dimaksud telah hancur. Selain itu, juga ada mersah, kolam dan roda, alat penumbuk padi dengan kekuatan air yang semuanya juga sudah musnah.

Reje Baluntara merupakan seorang raja yang juga mengusai kawasan hutan sehingga disebut sebagai Reje Baluntara (raja belantara- red). Menurut cerita yang berkembang foto Reje Baluntara, ditemukan oleh salah seorang keluarga Reje Baluntara yang bekerja di Jakarta, almarhum Reje Amat Banta.

Dalam sebuah kesempatan ke Belanda, Reje Amat Banta menemukan foto Reje Baluntara yang dibuat oleh Belanda, kemudian dibawa pulang ke Takengon, kemudian dibuat lukisannya sesuai foto aslinya.
Sekeliling rumah pitu ruang tersebut pada tahun 1990 dubuat pagar kawat oleh Suaka Sejarah dan Peninggalan Purbakala Banda Aceh tahun, kini rumah itu tidak lagi di tempati oleh keluarga reje baluntara.
»»  Readmore... Label: