BUPATI

09.38 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
BUPATI KABUPATEN ACEH TENGAH

   1. Abdul Wahab (1945-1949) dan (1958-1964)
   2. Zaini Bakri (1949-1952)
   3. M. Husin (1952-1953)
   4. Mude Sedang (1953-1955)
   5. M. Sahim Hasimi (1955-1958)
   6. M. Saleh Aman Sari (1964-1966)
   7. M. Isa Amin (1966-1969)
   8. Nyak Abas (1969-1970)
   9. Nurdin Sufi (1970-1975)
  10. M. Beni Banta Cut, BA (1975-1985)
  11. M. Jamil (1985-1990)
  12. Drs. Zainuddin Mard (1990-1991)
  13. Drs. T.M. Yoesoef Zainoel (1991-1992)
  14. Drs. Buchari Isaq (1982-1998)
  15. Drs. Mustafa M. Tamy, MM (1998-2004)
  16. Ir. H. Nasaruddin, MM (2004-2006)
  17. Drs. H. Syahbuddin. BP (2006-2007)
  18. Ir. Nasaruddin, MM (2007-2012)

Bupati yang sekarang adalah Nasaruddin menggantikan Syahbuddin, sedangkan Wakil Bupati adalah Drs. H. Djauhar Ali. Mereka dilantik oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada tanggal 3 April 2007. Ir. H. Nasaruddin, MM lahir di Takengon, 17 Juli 1957. Meraih gelar Sarjana Pertanian (S-1) dan Magister Manajemen (S-2) dari Universitas Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
»»  Readmore... Label:

Radio Rimba Raya

08.46 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Zaman Penjajahan JepangRadio Rimba Raya (Desember 1948 - ... 1949) adalah Radio Republik Indonesia Darurat yang disiarkan dari Takengon, Aceh Tengah oleh Tentara Republik Indonesia Divisi X/Aceh pimpinan Kolonel Husin Yusuf. Radio ini mulai bersiaran sejak terjadinya Agresi Belanda I sampai dengan Konferensi Meja Bundar berakhir dan tentara pendudukan Belanda ditarik dari Indonesia.
»»  Readmore... Label:

Zaman Kemerdekaan

08.45 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, sebutan tersebut berganti menjadi wilayah yang kemudian berubah lagi menjadi kabupaten. Aceh Tengah berdiri sebagai satuan administratif pada tanggal 14 April 1948 berdasarkan Oendang-Oendang Nomor 10 Tahoen 1948 dan dikukuhkan kembali sebagai sebuah kabupaten pada tanggal 14 November 1956 melalui Undang-Undang Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956. Wilayahnya meliputi tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Takengon, Kawedanan Gayo Lues, dan Kawedanan Tanah Alas.
»»  Readmore... Label:

Zaman Penjajahan Jepang

08.43 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Sebutan Onder Afdeeling Takengon di era kolonial Belanda, berubah menjadi Gun pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Gun dipimpin oleh Gunco.
»»  Readmore... Label:

Daftar isi

07.52 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)

»»  Readmore... Label:

Zaman Penjajahan Belanda

08.37 / Diposting oleh KOPI GAYO Shop / komentar (0)
Kedatangan kaum kolonial Belanda sekitar tahun 1904, tidak terlepas dari potensi perkebunan Tanah Gayo yang sangat cocok untuk budidaya Kopi Arabika, Tembakau dan Damar. Pada periode itu wilayah Kabupaten Aceh Tengah dijadikan Onder Afdeeling Nordkus Atjeh dengan Sigli sebagai ibukotanya. Dalam masa kolonial Belanda tersebut di kawasan Takengon didirikan sebuah perusahaan pengolahan Kopi dan Damar. Sejak saat itu pula kawasan Takengon mulai berkembang menjadi sebuah pusat pemasaran hasil bumi Dataran Tinggi Gayo, khususnya Sayuran dan Kopi.
»»  Readmore... Label: